As'ad Humam : Ilmu Tajwid Itu Ilmu Talqin

As'ad Humam : Ilmu Tajwid Itu Ilmu Talqin

SEMA-FDI
27 November 2014
3 menit 0 views
Gambar 1.  Anggota Dewan Pengawas Kegiatan SEMA-FDI Kairo
Muhammad As'ad Humam saat menjadi mentor belbar ilmu tajwid 
di sekretariat Mumtaza, Mutsallats, Hay Asyir, Kairo, 
Rabu (26/11/2014) pagi, jam 09:00 CLT.
semafdicairo.org, Kairo — Mendekati waktu ujian termin satu di kampus al-Azhar Mesir akhir desember mendatang, mengakibatkan para mahasiswa dari Indonesia giat mengadakan belbar (belajar bersama) demi mempersiapakan bekal meraka menghadapi ujian. Tidak terbatas, mahasiswa asal Indonesia Fakultas Dirasah Islamiyyah wa al-Arabiyyah Kairo selalu menggalakkan kegiatan belbar. Salah satunya belbar ilmu tajwid yang dimotori oleh Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI Kairo.

Seperti biasa mentor belbar ilmu tajwid ini adalah As'ad Humam mahasiswa tingkat empat Fakultas Dirasah Islamiyyah wa al-Arabiyyah Kairo. Belbar tersebut dilaksanakan di sekretariat Mumtaza, Mutsallats, Hay Asyir, Kairo, Rabu (26/11/2014) pagi.

Dalam belbar terakhir ini, As'ad menuturkan, ilmu tajwid merupakan ilmu talqin. Itu semua disebabkan, karena masih banyak kaidah dalam ilmu ini yang tidak bisa dikuasai melainkan dengan berguru.

"Ilmu tajwid adalah ilmu talqin (ilmu yang harus berjumpa, bertatap muka dengan guru, red), Karena banyak kaidah yang belum diketahui seorang tanpa adanya petunjuk dari guru,” tutur As’ad Humam di sekretariat Mumtaza.

Ia menegaskan, hubungan antara al-Quran dengan ilmu tajwid tidak bisa dilepaskan. Hal tersebut, karena fardhu 'ain hukumnya bagi setiap orang yang membaca al-Quran harus dengan mempraktikkan kaidah-kaidah ilmu tajwid.

“Bagaimanapun Al-Qur'an tidak lepas dari ilmu tajwid, karena mengamalkan kaidah-kaidah tajwid ketika membaca al-Qur'an hukumnya Fardhu 'ain,” tegasnya.

Bahkan As’ad yang merupakan Dewan Pengawas Kegiatan SEMA-FDI itu menyimpulkan, salah satu bukti kecintaan seseorang terhadap al-Quran ialah dengan mempelajari ilmu tajwid.

“Inti lain dari mempelajari tajwid adalah menambah kecintaan kita pada Al-Qur'an,” ulasnya.

Dihidangkan oleh tuan rumah Muhammad Najmmuddin Rasyad dalam belbar ini makanan kecil, berupa sibsi, waver, roti, dan kibdah-vino. Kegiatan ini merupakan belbar terakhir ilmu tajwid yang diselenggarakan oleh DewanPengurus Harian SEMA-FDI kairo.

Gambar 2. Suasana belbar ilmu tajwid di sekretariat Mumtaza.
Gambar 3.

Gambar 4. Foto bersama setelah usai belbar ilmu tajwid  di sekretariat Mumtaza.

Reported by : SEMA-FDI reporters

Komentar (0)

Tertarik untuk ikut berdiskusi?

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Kategori
المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده
ArtikelTulisan 2019 - 2025
19 Mar 2025
14 menit baca

المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده

قام محمد عبده بمشروع تكوين الفكر الكلامي المستجد عنده. فمزج عبده بين الفكر الاعتزالي والفكر الأشعري على بنية الفلسفة الكلامية المتحدة. فبدأ عبده مشرو...