Dekan Fakultas Dirosah Adakan Simposium Ilmiah

Dekan Fakultas Dirosah Adakan Simposium Ilmiah

SEMA-FDI
6 November 2014
4 menit 0 views
Kamis, 6 November 2014   10:37 CLT


Gambar 1. Ratusan mahasiswa Fakultas Dirosah Islamiyah wa al-Arabiyah Banin Universitas Al-Azhar mengikuti Simposium Ilmiah di gedung Prof. Dr. Fuad Ali Mukhaimar, Hay Sadis, Kairo, Kamis (6/11/2014).


sema-fdi.blogspot.com, Kairo — Ratusan mahasiswa Fakultas Dirosah Islamiyyah wa al-Arabiyyah Banin Kairo, bersemangat menghadiri Simposium Ilmiah yang diadakan oleh Dekan Fakultas Dirosah di gedung  Prof. Dr. Fuad Ali Mukhaimar, Hay Sadis, Kairo, Kamis (6/11) pagi.

Dalam acara ini, Dekan Fakultas Dirosah Islamiyyah wa al-Arabiyyah Jaad al-Rabb Amin Abd al-Majid dalam muqoddimahnya mengingatkan para mahasiswa untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu. Ia memceritakan di hapadan para mahasiswa, bahwa pada prinsipnya Fakultas Dirosah mencerminkan manhaj al-Azhar zaman dahulu. Dikarenakan Fakultas ini, tidak membedakan antara ilmu lughah, syari’ah, dan ushul.

“Fakultas Dirosah ini mengambarkan manhaj al-Azhar zaman dahulu, semua fan ilmu diajarkan disini,” tutur Dr. Jaad al-Rabb.

Dekan sekaligus pakar hadits Universitas al-Azhar ini lebih lanjut menuturkan, jika ada orang mencari ahli syari’ah, maka alumni Fakultas Dirosah dapat mengatakan anaa dzaa. Jika yang dicari adalah ahli lughah, maka alumni Fakultas ini mampu mengatakan anna lahaa. Dan apabila yang dicari adalah ahli ushul, maka alumni Fakultas ini sanggup mengatakan anna mahallu lahaa.

Pada awalnya Grand Sheikh al-Azhar Prof. Dr. Ahmad al-Tayyeb dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam Simposium Ilmiah ini. Akan tetapi Grand Sheikh berhalangan hadir, dan diwakilkan oleh Dr. Abbas Syauman wakil al-Azhar.

Beliau menyampaikan salam dari Grand Sheikh al-Azhar Prof. Dr. Ahmad al-Tayyeb untuk amid al-kulliyah, para dosan, para karyawan, dan para mahasiswa Fakultas Dirosah Islamiyyah wa al-Arabiyyah Banin Kairo.

Dr. Abbas Syauman menceritakan bahwa dirinya telah berkunjung ke Thailand. Di Bangkok  ada 3000 orang alumni al-Azhar yang tersebar dan mereka memiliki pengaruh yang relatif besar. Sampai-sampai agama lain tertarik untuk mengenal islam.

Hadir pula dalam acara ini sebagai pembicara Dr. Ibrahim Hud-Hud. Beliau juga mengingatkan kepada pada mahasiswa untuk lebih semangat lagi dalam mencari ilmu.

Simposium ini menjadi lebih menarik karena ada sesi tanya jawab oleh para mahasiswa Fakultas Dirosah Islamiyyah wa al-Arabiyyah Banin Kairo.

Rombongan Senat

Rombongan mahasiswa Indonesia yang terkumpul dalam SEMA-FDI meningggalkan gedung simposium menuju masjid al-Zahra untuk menjalankan sholat dzuhur berjamaah. Dalam perjalanan menuju masjid, Abdur Rahman anggota SEMA-FDI tingkat dua menuturkan bahwa acara semacam ini akan lebih mempererat interaksi mahasiswa dengan amid kuliah dan para syeikh-syeikh al-Azhar.

“Yang jelas, simposium ini akan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan amid kuliah dan para pembesar-pembesar Azhar,” ungkapnya saat ditemui reporter SEMA-FDI kamis (6/11).

Ketua Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI Kairo Thoriq Aziz menambahkan bahwa al-Azhar sebagai benteng terakhir pertahanan ahlus sunnah harus tetap dijaga.

“Di dunia ini, barangkali al-Azhar itu satu dari dua the last bastion ahlus sunnah, jadi harus tetap langgeng” ujarnya.

Oleh Muahmmad Yunus salah satu senior Senat, Thoriq diingatkan untuk mendata mahasiswa baru dan menekankan bimbel bagi anggota baru senat.

“Dicari itu kawan-kawan dirosat yang baru, terus yang penting masalah bimbelnya,” kata Yunus.

 
Gambar 2. Bincang-bincang santai usai sholat dzhur berjamaah (6/11/2014).



Gambar 3. Berjumpa dengan Iskandar (pejok kiri) Mahasiswa Fakultas Dakwah asal Jawa Barat (6/11/2014). 



Gambar 4. (Dari kanan, Arif al-Anang, Abdur Rahman, Syauqi al-Humaidi, Irsyad Ibad, Muhammad Yunus, Thoriq Aziz) Foto bareng di depan masjid al-Zahra, Hay Sadis, Kairo, Kamis (6/11/2014).





Reported by : Kusuma

Komentar (0)

Tertarik untuk ikut berdiskusi?

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Kategori
المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده
ArtikelTulisan 2019 - 2025
19 Mar 2025
14 menit baca

المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده

قام محمد عبده بمشروع تكوين الفكر الكلامي المستجد عنده. فمزج عبده بين الفكر الاعتزالي والفكر الأشعري على بنية الفلسفة الكلامية المتحدة. فبدأ عبده مشرو...