Disebut Susah, Dr. Fathi Said : Belajar Ilmu Nahwu Mudah

Disebut Susah, Dr. Fathi Said : Belajar Ilmu Nahwu Mudah

SEMA-FDI
20 Maret 2015
4 menit 0 views
Pengajian ilmiah Dr. Fathi Sa'id di Auditorium DAHA KMJ, Nasr City, Kairo, Kamis, (19/3/2015) sore.

semafdicairo.org, Kairo —  Masalah munculnya berbagai kelompok radikalis yang mengatas namakan islam menjadi tantangan bagi para ilmuwan muslim di era global ini. Katakanlah hadirnya wajah ISIS yang brutal dan barbar di tengah-tengah kondisi politik timur tengah yang sedang dilanda pertikaian, membuat generasi pencari ilmu harus lebih giat lagi memahami islam secara mendalam.

Untuk menghadirkan model islam paripurna diperlukan pemahaman yang luas terhadap al-Quran dan al-Sunnah. Karena dua sumber pijakan umat islam tersebut berbahasa arab, maka salah satu kuncinya, yakni dengan sungguh-sungguh mempelajari bahasa arab.

Dr. Fathi Sa'id kembali melanjutkan pengajiannya yang berlangsung di Auditorium DAHA Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ), Nasr City, Kairo. Ulama Dar Al-Iftaa Mesir itu, meneruskan lektur ilmiahnya dari buku Tuffah Al-Saniyah dan Al-Inshaf. Di segmen pertama, ia menjelaskan perbedaan mabni dan mu'rab dalam bahasa arab.

Menurutnya, Allah menurunkan al-Qur’an dalam bahasa yang mudah dipelajari. Bahkan Dr. Fathi Sa'id terus menerus mengulang-ulang pernyataannya, bahwa belajar ilmu nahwu amat sangatlah mudah. Hal tersebut dilakukannya demi mendorong semangat mahasiswa Indonesia untuk lebih giat lagi dalam belajar, khususnya belajar bahasa arab.

“Saya akan selalu ajarkan (postulat, red), dihadapan anda saya ulangi bahwa belajar nahwu amat sangatlah mudah. Allah menurunkan al-Qur'an dengan bahasa yang mudah,” kata Dr. Fathi Sa'id  di Auditorium DAHA, KMJ, Kairo, Kamis (19/3) sore.

Oleh karena belajar mabni dan mu’rab dalam bahasa arab tidaklah sulit, ulama Dar Al-Iftaa itu meminta para hadirin untuk sungguh-sungguh memahami terhadap apa yang ia sampaikan. Ia juga mewanti-wanti untuk tidak keluar ruangan pengajian dalam kondisi tidak paham, walaupun hanya sekelumit arti dari sebuah kata atau istilah arab.

“Anda harus punya manajemen. Salah satu kunci memahami sebuah disiplin ilmu ialah dengan tidak meninggalkan satu kalimatpun untuk tidak diketahui maknanya,” ujarnya.

Pada segmen kedua, Dr. Fathi Sa'id menjelaskan bagian bab dari kitab Al-Inshaf karangan Dr. Umar Abdillah Kamil. Ia mengulang kembali pelajaran pekan lalu, yakni masalah bid’ah dalam agama. Hal itu, dikarenakan bid'ah merupakan masalah penting yang wajib dibahas oleh para ilmuwan dunia islam.

Dr. Fathi Sa'id mengaku heran dengan kelompok-kelompok islam yang berpandangan ekstrim melihat bid'ah, mereka keukeuh beranggapan bahwa sumua bid'ah adalah sesat dan masuk neraka. Itu semua, lanjut Dr. Fathi Sa'id, malah membuat umat mengarah kepada bersikap sombong,  kufur dan atheism.

Sebagai muslim, Dr. Fathi Said menjelaskan, umat islam dituntut untuk mampu hidup damai dengan seluruh umat manusia, dikarenakan agama islam merupakan rahmat bagi sekalian alam. Selain itu, ia juga berwasiat kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk selalu mencintai Rasulullah SAW, diantaranya dengan membaca perjalanan sirah-nya.

“Islam mengajarkan hidup damai berdampingan dengan siapapun. Saya berwasiat kepada anda sekalian untuk terus mencintai Rasulullah saw, anda baca sirah Nabi itu,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pengajian ilmiah ini didukung oleh KMJ Mesir, SEMA-FDI, SEMA-FBA dan PPMI Mesir.


Reported by : SEMA-FDI reporters.

Komentar (0)

Tertarik untuk ikut berdiskusi?

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Kategori
المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده
ArtikelTulisan 2019 - 2025
19 Mar 2025
14 menit baca

المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده

قام محمد عبده بمشروع تكوين الفكر الكلامي المستجد عنده. فمزج عبده بين الفكر الاعتزالي والفكر الأشعري على بنية الفلسفة الكلامية المتحدة. فبدأ عبده مشرو...