Iman Menjadi Sebuah Relasi Antara Hamba Dengan Tuhannya

Iman Menjadi Sebuah Relasi Antara Hamba Dengan Tuhannya

SEMA-FDI
8 April 2016
3 menit 0 views
Diktat Kuliah Tingkat 1, Fakultas Dirasat Islamiyah Al-Azhar.

Salah satu karakteristik akidah Islam ialah pengaruhnya terhadap kehidupan dengan semua aspeknya. Allah SWT berfirman : “Barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 256)

Imam Zamakhsyari dalam kitab  Al-Kasyâf, menafsirkan isi kandungan ayat tersebut, bahwasanya setiap kehidupan orang yang beriman berkaitan erat dengan iman, seperti ‘Urwati al-Wutsqâ yang  merupakan tali yang tidak akan terputus saking kuat dan kokohnya.

Lalu sebenarnya apa definisi iman itu? Iman secara etimologis adalah akad. Dengan demikian, iman menjadi sebuah relasi antara hamba dengan Tuhannya. Sebagai sebuah relasi, maka untuk mencapai pengetahuan tentang iman yang benar merupakan suatu hal yang urgen. Dari sanalah berangkatnya kajian seputar  akidah mulai menyeruak dan di kenal dengan istilah ilmu tauhid. PAda perjalanannya muncul golongan-golongan yang mengklaim kebenaran pendapatnya dalam sebagian permasalahan akidah, bahkan sampai pada taraf pengkafiran terhadap golongan lain di luar mereka.

Untuk itulah kiranya, sebagai seorang penuntut ilmu sudah seharusnya kita mengetahui seluk beluk persoalan akidah. Bukan tergiring ke arah arus perdebatan mutakallimin, akan tetapi melakukan pembacaan ulang untuk memahami hakikat keesaan Allah SWT. Adalah Ibrahim al-Laqâni yang mencoba untuk menjelaskan pembahasan ilmu tauhid secara gamblang di dalam kitabnya yang bernama Jauharatu at-Tauhid. Beliau merupakan pembesar mazhab maliki pada zamannya yang mendapat julukan “Burhanu ad-Din.” 

Apa saja isi kitab yang ditulis oleh beliau? Bagaimana hukum mempelajari ilmu tauhid menurutnya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mengitari benak kita. Insya Allah akan dibahas saat diskusi perdana maddah tauhid untuk tingkat 1. Yang akan dilaksanakan esok hari Sabtu tanggal 9 April pukul 10.00 clt, bertempat di Rumah al-Barakah, Darrasah.

Komentar (0)

Tertarik untuk ikut berdiskusi?

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Kategori
المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده
ArtikelTulisan 2019 - 2025
19 Mar 2025
14 menit baca

المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده

قام محمد عبده بمشروع تكوين الفكر الكلامي المستجد عنده. فمزج عبده بين الفكر الاعتزالي والفكر الأشعري على بنية الفلسفة الكلامية المتحدة. فبدأ عبده مشرو...