Pentingnya Memprioritaskan Pendidikan

Pentingnya Memprioritaskan Pendidikan

SEMA-FDI
7 Maret 2015
4 menit 0 views
Fikri Nugraha Salas, Mahasiswa Dirasah Islamiyah Angkatan 2014-2015.


Permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh mayoritas umat Islam di era modernisasi ini, adalah lebih banyak mengutamakan profesi dan materi, tanpa mengunggulkan arti nilai pendidikan itu sendiri, mengapa demikian ?

Ada orang yang berpendapat bahwa materi itu bisa didapat, tanpa harus menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan kualitas seseorang tidak perlu dilandasi dengan kecerdasan dalam intelektual, manakala ketika dia sudah mampu memanage kehidupannya.

Pada hakikatnya, tujuan utama pendidikan bukanlah untuk mencari materi ataupun profesi. Jika kita menggaris bawahi arti kata ‘allama dalam Al-'Alaq ayat 4 yang mempunyai arti pengajaran, pendidika. Tujuan utama pendidikan atau belajar ialah untuk membuka cakrawala kita, serta menambah wawasan yang belum diketahui. Jika menganalisa arti kata ‘allama,  banyak di dalam ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang arti pendidikan dan pengajaran, karena tiada lain maksud dari itu semua adalah knowledge atau ilmu, ketika Allah SWT menciptakan Nabi Adam A.S. dan mengajarkannya nama-nama benda.


 وعلم أدم الاسماء كلها


“Dan Dialah yang telah mengajarkan Adam nama-nama benda segalanya.” 


Manusia diciptakan oleh Sang Kholiq dan diberikan kesempurnaan dengan dianugerahinya sebuah akal. Hal ini menandakan agar manusia mampu berfikir dan menelusuri fenomena yang terjadi baik yang abstraktif ataupun subjectif. Bakkan banyak dikutip dalam al-qur’an kata –kata yang menunujukan tentang keharusan menganalisa sebuah kejadian, salah satu contohnya, Allah SWT sering menyindir dengan kata-kata la’allahum yatafakkarun,atau la’allahum ya’qilun.

Telah dijelaskan sedikit di dalam kitab at-Tafsir al-Mannan, tentang keutamaan manusia dari makhluk lainnya. Bahwasanya ilmu yang diajarakan Allah SWT kepada para malaikat memiliki batasan, sedangkan ilmu Allah SWT yang diajarkan kepada manusia tidak ada batasan. Dalam hal pengspesialisasian ini, Allah SWT mengutamakan manusia dari makhluk-Nya yang lainnya. Maka jika kita melihat fenomena yang terjadi sekarang, sedikit kita berbicara tentang pemikiran-pemikiran radikal yang  menyimpang dari pembelajaran agama Islam, seperti munculnya pemikiran-pemikran liberalisme dengan mengatas namakandan mengartiakan kebebasan di dalam beragama, kemudian pluralism yang mengatas namakan dan berpendapat bahwa agama itu semuanya sama, maka dari pengkajian keilmuan di bidang Islamic studiesnya perlu dipertanyakan.

Maka  itulah pentingnya kita lebih mengutamakan pendidikan dari pada materi, dan betapa sangat pentingnya belajar , karena itu semua berkaitan dengan harga diri manusia dan ia bukanlah hanya sekedar transfer sebuah wawasan, dan cakrawala saja, akan tetapi ia pun dapat mentransfer nilai harga diri seseorang, maka dengan keduanya akan terbentuk dalam dirinya kecedasan baik dari aspek intelektual otak seseorang, juga mampu menciptakan kecerdasan jati dirinya.

Written By : Fikri Nugraha Salas

Komentar (0)

Tertarik untuk ikut berdiskusi?

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Kategori
المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده
ArtikelTulisan 2019 - 2025
19 Mar 2025
14 menit baca

المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده

قام محمد عبده بمشروع تكوين الفكر الكلامي المستجد عنده. فمزج عبده بين الفكر الاعتزالي والفكر الأشعري على بنية الفلسفة الكلامية المتحدة. فبدأ عبده مشرو...