Perlukah Mengeluh?

Perlukah Mengeluh?

SEMA-FDI
26 Juni 2015
2 menit 0 views
Jum'at, 26 Juni 2015 | 04.28 CLT
Ilustrasi (Courtesy of Google)
Ada yang mengeluhkan kehidupannya yang ruwet, stagnan atau monoton, banyak masalah, keinginan yang belum tercapai, cobaan dan gangguan dan lain-lain.

Perlukah semua itu dikeluhkan?

Secara garis besar, kehidupan manusia agar lestari dengan baik, harus terdiri dari:
  1. Menunaikan kewajiban agama dengan segenap hati.
  2. Membiasakan kebaikan-kebaikan berupa sedekah, silaturahim, ibadah sunnah dan semacamnya.
  3. Menyehatkan jasmani dan rohani dengan belajar dan olah raga.
  4. Diselingi dengan kegiatan mubah, seperti: ngobrol, refreshing dan relaksasi.
  5. Berusaha sekuat tenaga menghindari berbagai macam keburukan baik dari segi agama ataupun sosial.
Jika semua kegiatan tersebut terlaksana dengan seksama sesuai kadar pertimbangan yang bijak, insyaAlloh tidak ada lagi yang namanya galau. Kalaupun harus mengeluh, janganlah mengeluh di facebook, kepada teman atau orang lain. Mengeluhlah kepada Allah, karena tiadalah gerak dan diam kita melainkan atas bimbingan-Nya.


Written by: Nidhamuddin

Komentar (0)

Tertarik untuk ikut berdiskusi?

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Kategori
المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده
ArtikelTulisan 2019 - 2025
19 Mar 2025
14 menit baca

المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده

قام محمد عبده بمشروع تكوين الفكر الكلامي المستجد عنده. فمزج عبده بين الفكر الاعتزالي والفكر الأشعري على بنية الفلسفة الكلامية المتحدة. فبدأ عبده مشرو...