Pertapa Itu

Pertapa Itu

SEMA-FDI
11 April 2016
2 menit 0 views
Senin, 11 April 2016 | 17.40 CLT

Google pic.
Pertapa dipelukan gua yang senantiasa melantunkan dzikir pada langit itu, aku mencintainya. Sungguh aku mencintainya. Ditabur isi hatinya diserahkan seluruh diri dan yang ia miliki. Untuk kebanggaan yang di mimpikan bisa menerangi bumi sepeninggalnya nanti.

Pertapa yang setia pada kasih yang tak mungkin ada yang bisa menyajikan hal serupa itu, aku mencintainya. Sungguh aku mencintainya. Ia rela mengaliri bumi dengan air matanya, setia pada  khusyuk pada sujud pada sisa kekuatan yang ada padanya. Untuk kebanggaan yang tak seujung kukupun mentadabburinya.

Pertapa itu, terus saja mengetuk pintu langit. Mengusik malaikat agar bersedia menyampaikan mimpi yang ia tuliskan pada secarik hati yang tak kenal retak pada Tuhan. Demi hanya melihat kebanggaannya lebih baik dari dirinya. 

Pertapa yang kumaksudkan itu, ibu. Mari mencintainya.

Kairo, 8 April 2016

Written by: Zis al-Hakim
(Mahasiswa Fakultas Studi Islam dan Arab, Universitas Al-Azhar, Kairo)

Komentar (0)

Tertarik untuk ikut berdiskusi?

Masuk ke Akun

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait

Lihat Kategori
المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده
ArtikelTulisan 2019 - 2025
19 Mar 2025
14 menit baca

المزج المعرفي بين المعتزلة والأشعرية على البنية العقدية المتحدة: قراءة في الفكر الكلامي عند محمد عبده

قام محمد عبده بمشروع تكوين الفكر الكلامي المستجد عنده. فمزج عبده بين الفكر الاعتزالي والفكر الأشعري على بنية الفلسفة الكلامية المتحدة. فبدأ عبده مشرو...